UMPC House : Quantel : T8 and E10
OQO e2 (Model 02)
Overview | Features | Specifications | Accessories | Price | Manuals | Downloads | Demos | Awards and Reviews
LAPTOP Magazine, Ultimate Mobility Issue: LAPTOP Ultimate Choice 2007
Summer 2007
Business 2.0 Magazine: 4 Stars (Editor’s Choice) and "Our Picks for ... Ultramobile PCs."
March 7th, 2007
Microsoft: “2007 Windows Vista PC Innovation Award”
February 15, 2007
Gizmodo: “The Best of ‘Best of CES 2007’ Lists” (Best Computer)
January 24th, 2007
Popular Science: Best of CES 2007
January 24th, 2007
Wired Magazine: CES Winners and Losers
January 12th, 2007
LAPTOP Magazine: 2007 Best of CES Awards
January 11th, 2007
LAPTOP Magazine Rating: 4 Stars
January 7th, 2007
PC Magazine Editor’s Rating: 4 Stars
January 7th, 2007
OQO recognized in "Red Herring 100 North America"
July 12th, 2006
OQO awarded "PC Plus Performance Award"
July 12th, 2006
OQO model 01 named "Top 100 Products of 2005" by PC News Weekly
December 19th, 2006
IT Week Magazine recognizes OQO in "Top 50 Technology Innovators 2005"
December 19th, 2006
OQO wins "Best of Mobile Showcase" award for second consecutive year
May 18th, 2005
OQO recognized in PC Magazine's 21st Annual Awards for Technical Excellence
February 16th, 2005
OQO receives the 2005 Mobility Award from MobileTrax
February 16th, 2005
Review of OQO
Written by Rene L. Pattiradjawane
Tuesday, 26 February 2008
Mobilitas Tinggi Komputerisasi Masa Depan
Tanpa disadari, kemajuan di bidang teknologi informasi dan teknologi komunikasi menghadirkan sebuah persaingan di kelas komputer genggam yang memiliki berbagai sebutan yang menambah perbendaharaan kata kita. Di sisi komunikasi, komputer genggam disebut sebagai ponsel cerdas, di sisi teknologi informasi perangkat modern ini disebut sebagai UMPC atau ultra mobile PC.
Persaingan pun menjadi semakin ketat karena kebutuhan mobilitas maupun ketersediaan jejaring yang memungkinkan kita bekerja kapan saja dan di mana saja juga telah mendorong terjadinya persaingan harga jual yang sangat kompetitif tercapainya skala ekonomi manufaktur komputer yang semakin rendah.
Komputer notebook di pasaran sekarang dijual dengan harga sekitar Rp 3,8 juta, dan semua orang pun mulai merasakan kenikmatan untuk bekerja dan bermain di mana saja menggunakan kemajuan teknologi komunikasi informasi. Bahkan, ponsel cerdas pun menghadirkan kemampuan yang tidak kalah dibanding komputer notebook, khususnya bagi kelompok bisnis yang memerlukan akses informasi secara cepat.
Sepanjang tahun 2008 ini kita akan menyaksikan berbagai perangkat baru, baik dalam kategori smartphone maupun UMPC, yang semakin canggih. Kenyataan mobilitas dalam perkembangan teknologi komunikasi informasi menyebabkan semua pengguna komputer menginginkan kemampuan komputasi yang bergerak ke mana-mana.
Revolusi PC
Produk UMPC lahir karena ada kebutuhan, terutama di kalangan para eksekutif, untuk menggunakan kemampuan komputasi yang lebih besar dengan kemampuan sebuah komputer layaknya, dibanding ponsel cerdas. Ponsel cerdas memang memiliki kemampuan yang mirip dengan komputer di meja atau notebook, tetapi tidak cukup memiliki tenaga prosesor untuk menjalankan berbagai aplikasi bisnis yang rumit.
Di pasaran sekarang tersedia beragam model UMPC dengan berbagai fitur yang mencoba mendekati fitur yang setara dengan komputer notebook. Keunggulan UMPC adalah faktor bentuknya yang ringkas, mudah digenggam di tangan, memiliki layar sentuh, dan bobotnya yang kurang dari 1.000 gram.
Salah satu produsen UMPC yang terkenal dan sudah lama bergerak memperkenalkan gadget ini adalah OQO, perusahaan berbasis di San Francisco yang didirikan tahun 2000. Adalah OQO yang pertama kali berupaya untuk meminiaturkan komputer menggunakan sistem operasi Windows XP, membedakan produk mereka dengan PDA (personal digital assistant) yang sampai sekarang masih bergeliat mencari pasar.
Pada awalnya, OQO dirancangkan untuk melakukan transformasi komputer pribadi (PC) mengikuti jejak ponsel yang menghadirkan revolusi telekomunikasi. Upaya untuk melakukan revolusi PC memang bukan pekerjaan mudah walaupun OQO telah menghadirkan beberapa model, yang terakhir di pasaran adalah Model 02 yang dilengkapi dengan prosesor VIA C7M dengan kecepatan 1,5 GHz serta memiliki koneksi jejaring 3,5G EV-DO Rev.0 yang berjalan di atas jaringan CDMA atau HSDPA di jaringan 3G.
Karena pada kenyataannya, revolusi telekomunikasi pada ponsel cerdas memiliki aspek harga yang tidak terlihat pada upaya UMPC yang masih dijual di atas 1.500 dollar AS (sekitar Rp 13,9 juta). Terasa bahwa kehadiran UMPC terdesak oleh kehadiran berbagai komputer notebook dengan harga yang sangat terjangkau berada pada angka kritis 400 dollar AS (sekitar Rp 3,7 juta) seperti yang ditawarkan Classmate buatan Intel Corporation, EEE PC buatan Asus, dan Anoa buatan Zyrex, dan lainnya.
Ketik jempol
Pada awalnya, produk buatan OQO sebagai sebuah perangkat UMPC yang hadir di tengah-tengah konsumen yang sebenarnya tidak memiliki persoalan dengan mobilitas. Produk OQO hadir mendahului zamannya, di tengah semakin banyak model dan fitur yang ditawarkan komputer notebook.
Produk seperti OQO Model 02 yang dicoba Kompas, dengan dimensi 142 x 84 x 26 mm dengan layar 5 inci resolusi 800 x 480 piksel adalah perangkat UMPC dengan beragam fitur menarik, termasuk nirkabel 802.11 a/b/g, pilihan hard disk 60 GB sampai 120 GB atau penggunaan SSD (Solid State Disk) berkapasitas 32 GB atau 64 GB, serta berjalan di atas sistem operasi Windows Vista.
Papan ketik QWERTY yang tersembunyi di balik layar OQO Model 02 menjadikan produk ini menjadi sangat futuristik. Namun, penggunaannya dengan menggunakan jempol pada titik tertentu menyebabkan penggunanya frustrasi kalau harus menjawab e-mail atau menulis dokumen yang panjang.
Berbeda dengan ponsel cerdas seperti Nokia E90 atau Sony Ericsson P1 dengan tombol papan ketik yang rapat, OQO Model 02 memiliki struktur keyboard lebih lebar sehingga ketika mengetik dengan jempol terasa berat sedangkan menggunakan ”11 jari” tombolnya terlau kecil dan harus diletakkan di meja.
Mobilitas tinggi
Perangkat OQO Model 02 memiliki perangkat docking yang memungkinkan untuk menggunakan papan ketik normal, terhubung ke jejaring LAN melalui rongga RJ-45, serta bisa terhubung ke monitor yang lebih besar. Produk ini juga memiliki koneksi Bluetooth, memungkinkan untuk berkomunikasi dengan ponsel atau berbagai perangkat Bluetooth lainnya.
Penggunaan mobilitas yang terlalu lama, OQO Model 02 terasa sangat panas akibat tenaga prosesor yang besar untuk ukuran yang sangat kecil serta penggunaan memori 1GB DDR2 SDRAM. Baterai litium-ion polimer kapasitas 4.500 mAh terasa sangat pendek ketika harus melakukan perjalanan panjang dengan pesawat terbang.
Mereka yang menginginkan tenaga prosesor yang besar dan kemampuan komputasi yang lebih baik dibanding ponsel cerdas, OQO Model 02 memang menjadi pilihan menarik. Di luar daya tahan baterai, OQO Model 02 menjadi perangkat futuristik yang bisa memenuhi segala keperluan teknologi para eksekutif yang mobilitasnya tinggi.
Mobilitas di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi menghadirkan kebutuhan baru untuk melakukan aktivitas digital di mana saja. Perangkat OQO Model 02, selain nyaman untuk dibawa ke mana-mana untuk mengerjakan berbagai pekerjaan, juga menjadi perangkat yang bertenaga ketika terhubung melalui docking yang tersedia. Memungkinkan penggunanya untuk tetap memiliki produktivitas yang tinggi.
Popular Accessories for OQO e2
|
|
|
|
|
|
|
||
USB Dial-Up Modem Supports 54K Rp 155.000 |
|
|








